Ini cerita perjalanan saya keliling Jawa Tengah bersama temen-temen SMA, mengisi liburan di awal bulan Mei 2016.

Perjalanan berangkat dari Kota Kajen, kota yang amat santai di sebelah selatan Kota Pekalongan, disinilah perjalanan bermula. Dengan Suzuki Ertiga saya dan teman-teman menjelajah jalanan jawa tengah selama 2 hari.

Maps Jawa Tengah
Rute Kami saat Mengelilingi Provinsi Jawa Tengah

Hari ke I ; Pekalongan – Purbalingga – Purwokerto

Rute dari Pekalongan ke Purwokerto memiliki trek jalan yang menantang, didominasi kawasan pegunungan dengan jalan naik turun serta berkelok, namun memiliki pemandangan yang aduhai indahnya.

Perbatasan Kabupaten Pemalang dengan Kabupaten Purbalingga.
Perbatasan Kabupaten Pemalang dengan Kabupaten Purbalingga.

Bagi saya pribadi, overland adalah jenis perjalanan yang paling saya sukai. Perjalanan darat memberikan kesan lebih dalam dan cerita lebih banyak.

Rute Pekalongan – Purwokerto :

Kajen – Randudongkal – Belik – Purbalingga – Purwokerto

Ada Tiongkok di Purbalingga

Memasuki wilayah purbalingga kami singgah di bangunan bernuansa merah dengan ornamen rumit khas negeri tirai bambu, saya merasa berada di negeri Tiongkok sana walaupun sebenarnya saya berada di daerah Purbalingga.

Masjid Mohammad Cheng Hoo adalah bangunan bersejarah di Purbalingga dan satu-satunya masjid yang bergaya cina di purbalingga. Masjid ini terletak di desa Selaganggeng Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga.

Masjid Cheng Hoo Purbalingga
Masjid Cheng Hoo di Purbalingga

Bangunannya di dominasi warna merah, warna khas bangsa cina. Memang, merah adalah warna yang dicintai orang-orang keturunan Tiongkok, konon warna ini adalah warna berkah, warna keberuntungan.

Alun-alun Purbalingga

Setelah shalat magrib kami melanjutkan perjalanan, dari masjid cheng hoo kami menuju pusat kota purbalingga.

Kota yang majemuk, orang-orang yang datang dan pergi, menetap dan tinggal membuat Purbalingga menjadi kota yang kaya ragam budaya, termasuk kuliner.

Purbalingga memiliki kekayaan kuliner yang beragam, salah satu tempat yang rame bahkan orang-orang rela berjubelan untuk antri makan adalah di alun-alun purbalingga.

Hampir semua tempat makan disini penuh, kami memutari alun-alun mencari sajian kuliner yang menggoda selera. Rica-rica mentog ( itik serati) akhirnya menjadi pilihan kami, di tambah sate kambing untuk menghangatkan tubuh.

alun2 purbalingga
Rica itik serati + sate kambing

Romantisme malam di Puerto Rico 

Purwokerto adalah impian banyak pejalan baik dari indonesia maupun luar negeri, kotanya ramah dan malamnya menyuguhkan romanstisme yang membuat orang-orang berduyun-duyun datang kemari.

Puerto Rico
Salah satu sudut kota purwokerto

Meski bukan kali pertama, tapi saya terkejut dengan gemerlap malam kota purwokerto. Dalam benak purwokerto tidak jauh berbeda dengan kota-kota kecil lainnya di jawa tengah, tapi ternyata purwokerto tidak kalah dengan semarang dan solo.

Gedung-gedung tinggi metropolis berjajar kokoh di sepanjang jalan arteri kota ini, selain sebagai kota bisnis, purwokerto juga banyak di kunjungi karena destinasi wisatanya. Beberapa destinasi wisata ada disini, salah satu yang paling terkenal adalah Baturaden. 

Awalnya kami ingin bermalam di baturaden, menikmati dinginnya malam disana. Namun karena suatu hal kami harus langsung ke Banyumas.

Memadu kasih di Banyumas

Menuju banyumas, laju mobil mulai di pandu oleh GPS, meski sering berdebat saat membaca GPS tetapi alhamdulillah kami bisa sampai di Banyumas.

Satu temen kami mempunyai urusan di banyumas ini, dia berkenalan dengan gadis di jakarta lalu membuat janji di kota ini..aduhai romantisnya mereka.

Biarkan mereka memadu kasih, saya dan lainnya segera mencari hotel. Kami menggunakan aplikasi Traveloka, aplikasi ini sangat membantu menemukan banyak pilihan hotel atau penginapan di banyumas dengan beragam harga dan fasilitas yang ditawarkan.

Hari pertama perjalanan selesai, waktunya istirahat…

Hari ke II ; Banyumas – Cilacap – Kebumen – Jogja

IMG_20160506_091536
Siap-siap lanjutkan perjalanan

Dari banyumas perjalanan menuju ke Kebumen. Etape ini bisa dikatakan perjalanan dari gunung menuju laut. Meninggalkan banyumas yang sibuk menempuh jalur selatan menuju kota di tepi Samudera Hindia yang eksotis.

Sebelum menikmati samuderanya yang indah, kami sempatkan mampir di Desa Jatijajar. Di desa ini terdapat Goa Jatijajar, konon nama goa ini di ambil dari 2 pohon jati yang berjajar di mulut goa.

Goa Jatijajar
Perlu tenaga ekstra menuju goa jatijajar
goa kebumen
Pintu masuk goa

Di dalam goa terdapat diarama, keseleruhannya mengisahkan tentang Legenda Lutung Kasarung. Konon goa ini di gunakan untuk bertapa oleh pangeran dari kerajaan Padjajaran yaitu Raden Kamandaka (Lutung Kasarung).

Perlu diketahui sebagian wilayah Kabupaten Kebumen dulunya merupakan wilayah dari Kerajaan Padjajaran yang berpusat di batutulis – bogor.

diarama
Stalagmit

Jayamenawi adalah seorang petani yang menemukan goa jatijajar pada tahun 1802. Dan Bupati Ambal yang memberikan nama goa ini dengan nama Goa Jatijajar karena melihat ada dua pohon jati yang berjajar di mulut goa.

Dari Kecamatan Ayah ini, perjalanan di lanjutkan ke Cilacap. Menelusuri barisan pantai-pantai yang indah di selatan pulau jawa.

Di Cilacap kami hanya sebentar, tidak sempat menapakan kaki.

Pantai Menganti – Kecamatan Ayah

Menuju kembali ke arah timur , kami memasuki kabuputen kebumen lagi. Pantai Menganti menyapa kami dengan deburan ombaknya yang riuh memecah teriknya sinar matahari yang menyengat.

pantai menganti kebumen
Pantai Menganti

Pantai Menganti seperti tempat yang sempurna untuk melepas penat, menikmati Menganti adalah perihal menikmati kedamaian.

Jika kita memandang pantai maka ada laut lepas yang indah, jika kita memandang gunung, maka gunung tinggi nan hijau melambai lambai menyapa kita. Menganti adalah karya Tuhan yang mempesona.

Menelusuri Pantai Selatan Jawa

Setiap jengkal indonesia adalah pesona, begitu pun dengan pantai selatan jawa. Perjalanan kami selanjutnya menikmati indahnya pantai di sepanjang pesisir pulau jawa dari atas bukit-bukit yang kami lewati, dari menganti hingga Kota Yogyakarta.

Jalur menganti jogja
Trek Pantai Menganti – Yogyakarta

Selepas dari menganti ada pantai-pantai indah yang berjajar, ada Pantai Karangbata, Pantai Pecaron, Pantai Sumarnis, Pantai Tanjung Bata, Pantai Karang Bolong, Pantai Suwuk, Pantai Petanahan, dan masih banyak pantai-pantai yang lain yang tak kalah indah.

Trek kali ini lebih berat, jalan sempit, aspal yang mulai rusak serta tanjakannya curam dan menantang, namun pemandangan pantainya begitu menakjubkan..aduhai begitu indahnya karya tuhan untuk kebumen.

Pantai Menganti
Pantai Selatan Jawa

Setelah 4 jam perjalanan akhirnya kami sampai di kota gudeg jogjakarta, Malioboro menyambut kami dengan hangat.

Raminten Sego Segawe

Jogja tidak ada dua’nya di dunia !!

Begitu pun dengan kulinernya yang legendaris, belum ke jogja jika belum makan di Raminten. Begitu teriak anak-anak muda jogja di media sosial.

House-Of-Raminten
House of Raminten – Jogjakarta

Memang benar, butuh 2 jam untuk mengantri masuk ke resto ini. Dan perlu waktu 1 jam untuk menunggu pesanan kita di anter oleh mba-mba’nya yang cantik dengan setelan pakaian kemben khas jawa banget.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Slogan nyleneh

Tidak hanya slogannya yang nyleneh, nama-nama menu makanannya pun unik. Ada Es Perawan Tancep, Susu Putih Mulus, Ayam Koteka, dan Es Monster.

Sebelum makan kita akan di daftar dulu untuk memesan tempat, beginalah kuliner legendaris mesti sabar dan butuh perjuangan.

“Kuliner legendaris memang pantas ditunggu, pantas berkorban waktu.”

 

antri raminten
Antrian di Raminten

Suasana jawa’nya begitu kental, alunan gending jawa mengalun tanpa henti di tambah aroma dupa’nya yang menyengat di semua sudut resto ini.

raminten jogja
Konsep Jawa

Raminten kota baru

Jam 12 malam setelah semuanya selesai di Raminten, kami melanjutkan perjalanan pulang ke Pekalongan.

Inilah perjalanan yang tak akan terlupakan, perjalanan syarat akan kenangan dengan sahabat-sahabat tercinta.

Sesekali waktu cobalah overland jawa tengah, sensasinya tidak akan terlupakan oleh mata dan hati.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s