Saya harus jujur berkata bahwa Negeri di Atas Awan Petungkriyono memang selalu menggoda dengan bentang alamnya. Petungkriyono seolah tak berhenti menebar pesona, kali ini ada tempat wisata baru yang lagi menjadi tren di Pekalongan, Wisata Curug Lawe.

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Kemarin saya melancong ke Petungkriyono bersama istri, kebetulan dan mungkin ini memang anugerah dari Tuhan, kami memiliki hobi yang sama “Jalan-jalan“.

Setelah liburan di Jogja yang seru di akhir Agustus, September adalah bulan untuk Pacitan. Namun ternyata September terlalu sibuk dengan hujan dan longsor, kami urung kesana padahal sudah di canang jauh-jauh bulan.

Untuk mengobati hati si kecil Rara yang urung ke Pacitan, dia diajak jalan-jalan sama eyang’nya. Spontan, saya dan istri langsung kepikiran “PETUNG..!!“.

Tuhan memang begitu baik kepada kami. Pertama, sudah ada yang momongin si kecil Rara. Kedua, hari itu begitu cerah, pas banget untuk mengexplore Negeri di Atas Awan Petungkriyono.

Kebetulannya lagi, si tante Bela baru saja beli  Action CameraXiaomi Yi“, yang super keren banget fungsi dan hasil jepretannya.

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan
Jembatan Panjang, Karanganyar – Pekalongan

Pertama kali pake Xiaomi Yi ini hati saya langsung berbisik “Ayo beli..gak mahal kok di bukalapak masih promo!!” bener juga kemarin di Semarang harga 1 paket 1,6 juta kata si tante, lihat di bukalapak cuma 500 ribu’an.

Beruntung otak saya langsung ngerem “Jangan..masih banyak yang lebih penting !!

Menikmati Keperawanan Hutan Sokokembang

Jarak dari rumah ke Petungkriyono  sekitar 1 jam perjalanan dengan sepeda motor. Dan memang jalan-jalan ke Petungkriyono lebih enak naik motor ketimbang mobil.. (ini pendapat saya pribadi).

Segarnya udara gunung dan menikmati “keperawanan” hutan Sokokembang yang eksotis lebih terasa di jiwa dengan naik motor.

Hutan Petungkriyono Pekalongan

Di hutan Sokokembang ini saya bisa melihat kehidupan alam liarnya yang menakjubkan, memotret habitat Owa Jawa, dan menikmati bentang alamnya yang indah.

Wisata Petungkriyono Pekalongan

Hutan Sokokembang Petungkriyono

Waktu yang pas menikmati ke’elok’kan hutan Sokokembang ini antara jam 6 pagi sampai jam 10 siang. Karena apa? Habitat Owa jawa dan primata kera lainnya aktif di jam-jam tersebut. Jadi bawa kamera dan teropong’mu jika hendak kesini.

Keindahan perjalanan ke Petungkriyono sudah pernah saya tulis disini dan juga ini. Jadi sekarang langsung lanjut saja ke Curug Lawe.

Gardu Pandang Curug Lawe

Saat pulang dari Dieng Culture Festival kemarin (saya lewat jalur Wanayasa – Petungkriyono), saya baru melihat langsung kalau Curug Lawe bener-bener sedang tren di Pekalongan. Dari pintu masuk nampak tempat parkirnya sesak dengan ratusan kendaraan.

Beruntung saat saya dan istri tiba belum terlalu rame, hanya beberapa pengunjung yang sudah datang.

Lokasi Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Lokasinya sangat mudah ditemukan, karena terletak di pinggir jalan satu-satunya menuju Petungkriyono, tepatnya di Desa Kasimpar.

Tiket masuknya murah banget, cuma Rp. 3.000,- / orang di tambah Rp.2.000,- untuk parkir. Jadi dengan uang 8 ribu sudah bisa menikmati keindah Curug Lawe yang eksotis.

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Pertama masuk kami di sambut hutan pinus yang sejuk, suasananya mirip seperti hutan pinus di Jogja dan Magelang yang lagi ngehits. Dekat pintu masuk, penduduk lokal diperdayakan dengan warung-warung yang menjaja aneka makanan.

Yang terasa spesial buat saya adalah “Teh Petung“. Aroma teh disini lebih wangi, beda dengan teh yang biasa saya sesap. Cita rasa Teh Petung hampir mirip dengan Teh Pagilaran yang legendaris.

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

 “Bu..ini jalan sampai ke Curug Lawe’nya masih jauh?”

“Sekitar 1 jam mas..tapi kalau ke Gardu Pandangnya deket cuma 100 meter” begitu tutur ibu pemilik warung yang sangat ramah.

Kening istri saya langsung ngerenyut, saya paham apa yang ada di pikirannya. Jalan kaki selama 1 jam dengan medan naik turun jalan setapak.

Lantas saya dan istri bersepakat hanya akan sampai ke Gardu Pandangnya saja, toh pasti pemandangannya juga bakal memuaskan.

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Jalan setapak menuju gardu pandang 1 arah ke Curug Muncar, sepanjang jalan kami melewati hutan pinus dengan landskap beberapa air terjun yang indah. Di hutan pinus ter sebut juga ada wahana hammock, kamu bisa bersantai sejenak disitu sambil menikmati segarnya udara Petungkriyono.

Sekitar kurang lebih 15 menit menuruni jalan setapak, saya dan istri sampai di gardu pandang yang kami tuju. Saya dibuat cengang dengan keindahan alam yang nampak dari gardu pandang ini.

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Curug Lawe Petungkriyono Pekalongan

Ada 3 gardu pandang yang layak kamu coba jika melancong kesini, ketinggiannya lumayan bikin merinding. Soal panoramanya indah banget !

Keindahan alam Petungkriyono memang tak ada dua’nya, bentang alamnya selalu membuat rindu. Dan saya masih penasaran dengan Curug Lawe’nya.

Jadi, kapan kamu kesini??

*Salam

Iklan

6 thoughts on “Melongok Curug Lawe Petungkriyono yang Lagi Ngetrend

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s